BogorGate.com – Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor yang merupakan daerah industri membuat kawasan ini banyak berdiri perusahaan-perusahaan asing sehingga turut menjadikan kawasan ini banyak dihuni oleh warga negara asing (WNA).

Menurut beberapa sumber, warga negara asing yang tinggal di Kecamatan Gunung Putri begitu banyak, dan pada umumnya mereka sebagai tenaga kerja di perusahaan yang begitu menjamur di Kecamatan Gunung Putri.

Seperti yang diutarakan anggota security Perumahan Griya Bukit Jaya, Desa Tlajung Udik, Husen yang mengatakan bahwa di tempatnya bertugas, yakni di Cluster Monalisa ada sekitar 10 orang warga negara asing.

“Keberadaan warga negara asing itu mengontrak salah satu rumah di Blok H 9, dua rumah dihuni 6 warga negara Turki dan satu rumah lagi dihuni 4 warga negara Korea. Mereka semuanya bekerja di beberapa perusahaan di Kampung Kedep Desa Tlajung Udik,” kata Husen, Selasa (01/09/15).

Hal yang sama juga dikatakan Jaelani(46), warga Kampung Gunung Putri Utara, Desa Gunung Putri, menurutnya di Perumahan PT IPI banyak dihuni warga negara India, bahkan jumlahnya lebih dari sepuluh orang. “Adapun mengenai jumlahnya saya tidak tahu berapa,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Plt. Kepala Desa Cicadas Nurdin, mengenai pekerja WNA di desanya hampir semua perusahaan menggunakan tenaga kerja WNA, yang jumlahnya 3 sampai dengan 4 orang dan mereka berdomisili di Desa Cicadas.

“Adapun para tenaga asing tersebut paling banyak di perusahaan garmen seperti di PT Simone, mereka warga Korea ada 3 orang. Itupun yang dilaporkan pada pemerintah desa, sedangkan jumlah seluruhnya saya tidak tahu,” ungkap Nurdin.

Ia melanjutkan, jumlah perusahaan yang ada di Desa Cicadas sekitar 80 perusahaan, apabila satu perusahaan ada 3 orang tenaga asing, berarti jumlahnya 24 orang, tapi dirinya tidak mengetahui secara rinci terkait jumlah tenaga asing seluruhnya. (feb)