Keberadaan sebuah korporasi hendaknya memberi manfaat bagi orang di sekitarnya. Ini diwujudkan secara nyata oleh APRIL Group ketika menjalankan Sistem Pertanian Terpadu. Berkat program tersebut, para petani mendapatkan berkahnya.

Salah satunya adalah Indra Gunawan, seorang warga Dusun Suka Menanti, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak. Seperti dilaporkan oleh Antara Riau, Indra mulanya tidak tahu apa pun soal pertanian. Namun, sejak mendapat dukungan dari APRIL Indonesia, ia berkembang menjadi petani andal.

Mulanya Indra berprofesi sebagai kontraktor di sebuah pelabuhan. Namun, berbekal tekad dan keyakinan, ia bersemangat sekali untuk mengelola lahan seluas 20×20 meter yang ada di samping rumahnya. Indra menanaminya dengan berbagai tanaman hortikultura seperti cabe, jagung, serta beragam jenis sayur.

Padahal, Indra tidak paham cara bercocok tanam yang baik. Namun, ia beruntung mendapat dukungan dari unit bisnis APRIL, PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP), dalam Sistem Pertanian Terpadu. Berkat itu, ia mampu memiliki kemampuan bercocok tanam yang baik.

Hal tersebut ditandai dengan hasil panen berlimpah. Akibatnya, banyak petani lain di sekitar rumahnya yang tergoda untuk mengikuti jejak Indra. Mereka juga mengharapkan dukungan APRIL kepada mereka.

Ini membuat para petani tersebut akhirnya berhimpun dalam Kelompok Tani Jaya Bersama pada 2013. Mereka bersama-sama mengelola lahan seluas 5 hektare.

Harapan itu disambut dengan baik oleh APRIL Asia. Dengan senang hati, mereka memberi dukungan dalam Sistem Pertanian Terpadu. Hasilnya? Sama persis seperti yang dinikmati oleh Indra, buah kerja keras mereka di lahan pertanian meningkat pesat.

“Pendapatan pertanian ini lebih tinggi dari yang lain. Dari 20 petani di kelompok kami, ada yang sudah membeli mobil dari hasil bertaninya,” ujar Indra.

Kunci keberhasilan Indra dan rekan-rekannya sesama petani di Poktan Jaya Bersama adalah pemahaman tentang cara bertani yang baik. Tanpa itu, mustahil hasil panen yang baik dapat diperoleh.

“Dahulu kami tidak tahu bagaimana pola tanam yang baik. Setelah pelatihan, kami menjadi tahu bagaimana menanam yang sehat dan menulis administrasi kami. Kami juga tidak hanya diberikann pelatihan tersebut, tetapi RAPP juga memberikan pupuk dan bibit tanaman yang bagus. Saya pernah mencoba menanam kacang panjang dan, Alhamdulillah, panen 1,2 ton,” papar Indra.

Dari pernyataan Indra terlihat jelas manfaat dari Sistem Pertanian Terpadu. Ini adalah sebuah kegiatan yang digagas oleh APRIL supaya bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya para petani.

Dalam Sistem Pertanian Terpadu, APRIL Group memberikan beragam dukungan. Mereka mengajari cara pertanian yang baik. Selain itu, APRIL juga menyiapkan tim untuk terus melakukan pendampingan terhadap para petani.

Namun, kegiatan Sistem Pertanian Terpadu tidak terbatas hanya dalam bercocok tanam. Di dalamnya juga tercakup peternakan dan perikanan. Maklum saja, tujuan dari semuanya adalah meningkatkan keterampilan petani demi mendukung mata pencahariannya.

Untuk mendukung Sistem Pertanian Terpadu, APRIL Indonesia mendirikan dua pusat pelatihan. Tempat ini dirancang dengan tujuan untuk memberikan dukungan teknis dan praktis kepada para petani lokal.

Karena manfaat yang dirasakan begitu besar, cakupan Sistem Pertanian Terpadu semakin meluas. Pada mulanya, kegiatan ini hanya menangani lahan pertanian desa seluas 170 hektare. Namun sampai saat ini, Sistem Pertanian Terpadu telah berkembang ke area hingga 2.400 hektare.

Bukan hanya itu, tercatat, sampai 2017, APRIL Group telah menyerahkan bantuan alat bertani dalam Sistem Pertanian Terpadu kepada 1.618 keluarga. Mereka juga berhasil melatihnya setidaknya 566 orang petani. Berkat semua itu, ada lahan seluas 4.845 hektare yang bisa dimanfaatkan.

MEMANFAATKAN LAHAN GAMBUT

Sistem Pertanian Terpadu tampaknya tepat sasaran. Banyak pihak yang sangat terbantu. Pendapatan mereka jadi meningkat atau malah memiliki sumber penghasilan baru.

Paling menarik adalah kesuksesan Sistem Pertanian Terpadu dalam memanfaatkan lahan gambut. Padahal, tanah gambut dianggap tidak subur dan kurang produktif. Menanam apa pun di sana diyakini tidak akan bisa tumbuh baik.

Akan tetapi, Sistem Pertanian Terpadu  yang digagas APRIL membuktikan sebaliknya. Lahan gambut ternyata tetap bisa dimanfaatkan dengan baik. Kuncinya adalah pemahaman tentang cara bertani yang tepat.

Hal tersebut dibuktikan secara nyata oleh para petani di kawasan Meka, Sungai Lipai, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupatem Kampar. Mereka yang tergabung dalam Kelompok Tani Mekar Tani itu berhasil memanfaatkan lahan gambut sebagai tempat menanam mentimun. Hasilnya ternyata tak kalah dengan lahan lain.

Sebagai gambaran, kelompok tani itu mampu memanen enam ton mentimun dalam lahan seluas 0,5 hektare yang dikelola. Lebih hebat lagi, kualitas panennya juga bersaing dengan hasil dari kawasan pertanian lain.

“Pembinaan RAPP berhasil meningkatkan kesejahteraan petani. Sejak penerapan Sistem Pertanian Terpadu dilakukan, setidaknya tujuh kali panen kami mampu memenuhi kebutuhan pasar. Sebelumnya kami kesulitan dan selalu terkendala banyak faktor, seperti produk lain yang lebih bagus sehingga diterima di Pekanbaru,” ujar Sakimin, Ketua Kelompok Tani Mekar Tani.

Berkat dukungan dari APRIL Group dalam Sistem Pertanian Terpadu, Kelompok Tani Mekar Tani kini mampu menjadi penopang kehidupan anggotanya. Mereka berhasil mengembangkan diri sebagai petani beragam jenis sayur-sayuran yang laris di pasaran.

Lain lagi yang dirasakan oleh para petani di Kelompok Tani Rizki Mandiri yang ada di Desa Sari, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar. Mereka memperoleh bantuan dalam bidang peternakan dalam Sistem Pertanian Terpadu.

Unit bisnis APRIL Group, RAPP membantu mereka dengan memberi 14 ekor bibit sapi. Dengan pendampingan yang baik dari APRIL, Kelompok Tani Rizki Mandiri mampu membiakkan sapi-sapi tersebut. Hingga kini sapi yang dipelihara sudah berkembang hingga menjadi 72 ekor.

“Semoga sistem ternak yang diterapkan mampu terus mengembangkan hasil kami dengan baik dan cepat,” kata Saijo, salah satu anggota Kelompok Tani Rizki Mandiri.

Peternakan dan perikanan merupakan salah satu aspek penting dalam Sistem Pertanian Terpadu. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh para petani dalam waktu senggang setelah mengelola lahan pertaniannya.

Selama ini, banyak waktu yang tersia-sia. Petani tidak melakukan apa pun pada masa itu. Kalaupun ada pekerjaan yang dilakukan, mereka justru masuk ke dalam hutan untuk mengambil kayu. Jelas saja hal tersebut berdampak buruk bagi kelestarian lingkungan sehingga dukungan dalam peternakan dan perikanan sangat bermanfaat.

APRIL Group menggelar Sistem Pertanian Terpadu lewat kegiatan Community Development. Ajang ini merupakan upaya nyata bagi APRIL untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitarnya.

Hal ini merupakan salah satu fokus pekerjaan APRIL. Sebagai perusahaan, APRIL tidak hanya ingin sekadar mengejar profit. Mereka juga ingin memberi manfaat kepada pihak lain.

Langkah itu merupakan perwujudan dari filosofi bisnis 5C yang ada di dalam Royal Golden Eagle. Sebagai bagian dari RGE, APRIL Group juga hendak mengambil langkah untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.

Sistem Pertanian Terpadu merupakan bukti nyata yang dilakukan oleh APRIL. Kegiatan ini terbukti bermanfaat untuk mengangkat taraf hidup petani dengan peningkatan hasil pertanian maupun peternakannya.