Apakah akhir-akhir ini Anda sering mendengar istilah “reksadana”?

Investasi reksadana memang semakin populer di kalangan masyarakat. Jumlah investor di bidang ini terus meningkat setiap tahun dan diprediksi akan semakin banyak diminati. Pertumbuhan investasi reksadana bisa dicapai jika masyarakat memiliki pengetahuan investasi yang memadai. Sehingga masyarakat tidak merasa khawatir menanamkan modal dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

Jika Anda ingin lebih memahami seluk beluk reksadana, sebaiknya Anda juga mengenal ragam istilah penting ini terlebih dahulu. Pastikan bahwa Anda sudah menguasainya dengan baik agar Anda tak kesulitan memahami pergerakan investasi reksadana Anda di kemudian hari:

Nilai Aktiva Bersih (NAB)

Nilai Aktiva Bersih juga dikenal dengan sebutan Asset Under Management (AUM). Istilah ini digunakan untuk menyebut jumlah dana masyarakat serta hasil pengembangan yang terkumpul pada suatu reksadana. Peraturan yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa suatu reksadana harus mengumpulkan NAB minimal 25 milyar dalam waktu 90 hari kerja berturut-turut. Jika tak mampu mencapai NAB tersebut, maka reksadana tersebut harus ditutup.

Unit Penyertaan (UP)

Unit Penyertaan adalah satuan transaksi reksadana. Semakin banyak reksadana yang dijual kepada masyarakat, berarti semakin banyak pula unit penyertaannya. Saat Anda menjual reksadana Anda, maka unit penyertaannya pun akan ikut dijual.

NAB/UP

NAB/UP disebut juga nilai aktiva per unit penyertaan. Istilah ini digunakan untuk menyebut harga dan transaksi yang dilakukan berdasarkan nilai suatu reksadana.

Prospektus

Jika Anda berniat berinvestasi reksadana pada suatu perusahaan tertentu, alangkah lebih baik jika Anda mempelajari prospektusnya terlebih dahulu. Prospektus adalah profil perusahaan dan gambaran laporan keuangan tahunan yang mampu menjelaskan tentang pergerakan reksadana secara keseluruhan. Profil perusahaan dan laporan keuangan tahunan yang baik tentu dapat menjadi referensi bagi Anda untuk mempercayakan investasi pada perusahaan tersebut.

Subscription

Biaya yang harus dikeluarkan saat membeli reksadana dikenal dengan sebutan subscription. Biasanya total biaya subscription berkisar antara 0% hingga 5% dari total biaya pembelian reksadana.

Redemption

Sama seperti ketika Anda membeli reksadana, Anda juga harus mengeluarkan biaya ketika menjual reksadana. Redemption juga berkisar antara 0% sampai 5% dari nilai investasi. Anda harus cermat mengelola dana investasi. Supaya nilai redemption-nya tidak lebih besar dari keuntungan yang Anda dapatkan selama berinvestasi.

Manajer Investasi

Pihak profesional yang membantu mengelola dana investasi reksadana Anda disebut manajer investasi. Biasanya manajer investasi yang rekam jejaknya baik memiliki portofolio pengelolaan yang unggul dan dipercaya oleh banyak investor.

Management Fee

Dalam proses pengelolaan reksadanayang jumlahnya besar, ada management fee yang harus diberikan kepada pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Management fee biasanya mencakup biaya untuk pialang, notaris, akuntan publik, bank kustodian, dan pihak-pihak lainnya.

Bank Kustodian

Istilah bank kustodian digunakan untuk menyebut lembaga keuangan yang menjadi pengawas, pengurus administrasi, sekaligus penjaga aset investasi Anda.

Portofolio Efek

Orang yang sudah lama berkecimpung di bidang investasi reksadana pasti memiliki portofolio efek. Karena portofolio efek adalah kumpulan surat berharga dalam investasi reksadana, termasuk surat-surat tentang saham, obligasi, dan unit penyertaan.

Transaksi Switching

Transaksi switching adalah pengalihan reksadana tertentu ke jenis reksadana lainnya yang dilakukan investor. Keputusan ini biasanya dilakukan untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Bila Anda sudah mengenal beberapa istilah tersebut, niscaya wawasan Anda seputar reksadana kini semakin bertambah. Anda pun bisa menjalankan investasi reksadana secara cermat demi mendapatkan keuntungan maksimal. Selamat berinvestasi!