Produk Unggulan : Lampion, Penyekat Ruang dan keranjang

Alamat :

Showroom : Jl. Pembangunan II, Kedung Halang Bogor Utara

Workshop : Jl. Pembangunan II, Kedung Halang Bogor Utara

Pemasaraan :

Galeri : Galeri Kerajinan Dekranasda Kota Bogor di P2 Mall Botani Square

Lainnya : Pusat Kerajinan Dekranasda Kota Bogor Jl. Binamarga No. 1 B Kel. Baranangsiang Kec. Bogor Timur

Telp : 081804967030

BogorGate.com
– Bonggol jagung akan sangat mudah ditemui di pasar-pasar, apalagi di wilayah Bogor yang sangat terkenal dengan asinan jagungnya. Namun demikian, bonggol jagung tersebut hanya akan menjadi sampah atau sekadar dimanfaatkan menjadi kayu bakar. Hal inilah yang kemudian menginspirasi Edie Juandie D., untuk mengolah bonggol jagung tersebut menjadi aneka produk kerajinan yang unik, alami, serta ramah lingkungan.

Beragam ide kreatif pun mulai bermunculan. Namun bukanlah tanpa hambatan semasa awal ia memulai; bagaimana harus memulai? Bahan apa yang digunakan untuk mengeraskan bonggol jagung yang rapuh? Dan bagaimana nantinya produk ini dipasarkan? Apakah bisa dibeli orang atau tidak? Pertanyaan-pertanyaan ini selalu bermunculan di benak Edie. Rasa penasaran penuh tanya tersebut justeru memunculkan beragam inovasi. Edie terus melangkah maju, melakukan berbagai eksperimen. Hingga setahun kemudian, barulah ia menemukan jurus ampuh mengolah limbah jagung tersebut. Edie pun meniggalkan pekerjaan lamanya di sebuah perusahaan pipa. Niat berwirausaha yang sejak lama didambakannya pun mulai diretas dengan memanfaatkan bahan ramah lingkungan, serta murah dan mudah didapatkan tersebut.

“Apalagi pekerjaan seperti ini adalah hobi dan kesenangan saya. Tak perlu keluarkan uang, bonggol jagung bisa didapatkan gratis di pasar,” tutur Edie.

Pada 2006, Edie merintis usaha yang kini dilabeli “Dipar Natural Handicraft Ethnic”. Berkonsep kerajinan natural apa adanya, dengan nuansa budaya Indonesia, maka produk yang dihasilkan pun 100 persen alami tanpa pewarna serta mengadopsi beragam budaya bangsa.

Dari usaha dan sentuhan kreatifitasnya pada bonggol jagung tersebut, Edie mampu menciptakan beragam produk kerajinan natural dan etnik. Dari bagian dalam ruangan (desain interior) ia mampu ‘merekayasa’ bonggol jagung menjadi aneka produk, seperti berbagai macam kap lampu hias duduk, maupun dinding, dan kap lampu gantung. Adapun sketsel pembatas ruangan, dan ornamen-ornamen ruangan, serta produk seni lainnya.

Tak hanya itu, aneka peralatan rumah tangga, seperti tempat tissue, tatakan gelas plastik, tatakan gelas, tempat buah, nampan, tempat kue, roti, dan lain sebagainya pun bisa ia hasilkan. Di sisi fashion, Edie pun mampu memproduksi aneka tas cantik untuk wanita, tas laptop, dan beragam asesioris wanita, seperti gelang, kalung, dan lainnya.

Nah, bagi Anda yang ingin melengkapi peralatan kantor Anda dengan produk ramah lingkungan, bisa gunakan tempat pensil/bolpoin, kartu nama, boks file, dan lainnya yang dapat dibuat dari bonggol jagung.

“Kami juga bisa membuat casing tablet, cooller laptop, atau lainnya. Sesuai dengan pesanan dari konsumen, baik bentuk dan desainnya. Dan semua produk diproduksi berdasarkan job order,” terang pria 55 tahun ini.

Dikatakannya, tempat tissue, tatakan gelas, lampu hias, terutama lampu duduk dan dinding merupakan jenis produk yang paling diminati pelanggan/pembeli.

Untuk menyelesaikan sebuah produk, semisal lampu hias berukuran sedang, Edie mampu menyelesaikannya dalam waktu tiga hari. Semua pekerjaan tersebut dijalankannya sendiri, dan sesekali dibantu anak atau pun sanak keluarganya. Dan diakui, produk seperti coller laptop dan casing tablet adalah yang paling rumit untuk dikerjakan. Ini lantaran harus disesuaikan dengan produk dan keamanan serta kenyamanan penggunanya, serta aliran listrik baik AC maupun DC.

“Jadi kalau lagi banyak pesanan, tenaga kerja pun bisa lebih banyak. Kalau normal, ya saya sendiri yang jalankan,” kata bapak empat anak ini.

Amerika Serikat boleh jadi negara terbesar penghasil jagung. Namun demikian, belum tentu aneka produk unik dari bonggol jagung bisa ditemukan di sana. Edie pun melirik peluang pasar tersebut.

Setidaknya produk bonggol jagung asli karya tangan Edie tersebut sudah merambah ke beberapa negara yang, seperti di Singapura, Thailand, Jepang, Belanda, Prancis, Malaysia, Brasil, dan lainnya. Para pemesan, sebutnya, biasanya membeli saat pameran ke luar negeri, maupun yang pesan setelah pameran. Sementara di pasar dalam negeri, produknya pun telah dipasarkan ke berbagai wilayah, sebut saja di wilayah Jawa Barat, Jakarta dan sekitarnya, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan lainnya.

Produk-produk natural tersebut dipasarkan dengan kisaran harga bervariasi, mulai dari Rp50 ribu, hingga jutaan rupiah. Untuk kap lampu duduk yang juga sangat diminati, Edie membanderolnya dengan harga Rp350 ribu, sementara sketsel mencapai jutaan rupiah.

Meski tak gamblang menyebutkan besaran pendapatan usaha ini, namun keuntungan berlipat sudah pasti diraupnya. Pasalnya, usaha ini dijalankan nyaris tanpa modal, lebih dari itu, belum banyak orang yang menggiati usaha kerajinan dari bonggol jagung tersebut.

Dan tak berhenti di situ, darah seni yang mengalir pada dirinya terus melahirkan berbagai inovasi baru. Bahkan ia berencana akan memproduksi ragam produk natural lainnya dari limbah organik, seperti kulit & biji salak, alpukat, lengkeng, sawit, dan lainnya.

Edie, yang telah sukses mengolah limbah bonggol jagung tersebut pun tak mau menyimpan sendiri jurus suksesnya. Ia pun kini fokus pada pelatihan dan pengajaran kepada siapa pun ingin sukses mengolah limbah di wilayahnya.

“Justeru sekarang saya konsen pada pengajaran soal kerajinan dari limbah sampah ini. Jadi saya ingin menyebar luaskan kerajinan limbah organik ke seluruh Indonesia. Setidaknya dengan upaya saya ini, banyak orang bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari mengolah sampah,” pungkasnya. (*)